Showing posts with label Profil. Show all posts
Showing posts with label Profil. Show all posts

SERTIJAB SEKDA KABUPATEN PRINGSEWU 2015


NewsPringsewu.Pisah sambut dan serah terima jabatan (sertijab) Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu dari pejabat lama Dr. Edarwan kepada pejabat baru Drs. A. Budiman PM, MM dilaksanakan di aula utama kantor Pemkab Pringsewu, Senin tanggal 15 bulan Juni 2015 yang lalu.

Sertijab yang disaksikan langsung Bupati Pringsewu H.Sujadi ini, dihadiri para pejabat di lingkungan Pemkab Pringsewu, mulai dari asisten, staf ahli bupati, para kepala SKPD, kepala bagian serta camat se Kabupaten Pringsewu. Bapak Drs. A. Budiman PM, sendiri sebelumnya telah dilantik oleh Bupati Pringsewu pada hari Rabu tanggal 10 bulan Juni 2015 yang lalu, dimana pelantikannya didasarkan pada SK Bupati Pringsewu No.821.2/195/LT.03/2015 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu menggantikan pejabat sebelumnya Dr. Edarwan selaku pelaksana tugas sekretaris daerah Kabupaten Pringsewu, yang saat ini bertugas di lingkungan Pemprov Lampung.

Bapak Drs. A. Budiman PM yang merupakan mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bandar Lampung ini sebelumnya masuk dalam urutan 3 besar dari 7 peserta yang mengikuti seleksi untuk pengisian jabatan tersebut. Dua lainnya adalah plt sekda sebelumnya Dr. Edarwan dan kepala BKD Pringsewu Drs. Muhammad Dawam, M.Si. Berdasar surat keputusan ketua pansel No.005/KPTS/PANSEL/IV/2015 tanggal 23 April 2015 tentang Penetapan 3 Calon Terpilih Berdasar Nilai Tertinggi Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu, Budiman mendapatkan nilai tertinggi dengan total nilai 80.8, sedangkan peserta lainnya Dr.Edarwan dan Drs.Muhammad Dawam masing-masing mendapatkan nilai 74.8.

Bupati Pringsewu H.Sujadi berharap kepada Sekda Kabupaten Pringsewu yang baru agar senantiasa berkomitmen dan konsisten dalam upaya memajukan dan membangun Kabupaten Pringsewu yang berorientasi pada kemakmuran dan kemaslahatan masyarakat. (“R”Adv)

SD NEGERI 2 PRINGSEWU SELATAN

Pringsewu . Seiring dengan berjalannya waktu  yang kita jalani pastinya kita mengingi kan perkembangan yang lebih baik untuk kedepannya,  tentunya kita sering mendengar kata-kata “hari ini harus lebih baik dari kemarin dan  hari esok harus lebih baik dari hari ini” itu lah selalu menjadi moti fasi setiap manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,  sebut saja SD Negeri 2 Pringsewu Selatan yang mempunyai tujuan  untuk meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan kepribadian akhlak mulia serta berketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut, itu semua tentunya tidak semudah dengan apa yang di katakan, harus dengan adanya perencanaan yang matang dan Usaha keras, serta kerja sama, agar dapat tercapai  tujuan yang sesuai dengan apa yang  di harapkan.

SD Negeri  2 Pringsewu selatan yang di bangun dengan luas tanah 1052,40 dan yang  terletak di Jalan Palapa Pringsewu Selatan, letakknya tidak jauh dari pusat keramaian, sangat strategis dan mudah di jangkau,  lingkungannya yang begitu bersih, rapih dan sedap di pandang, begitu pun dengan taman-taman hiasnya yang tidak kalah menarik perhatian bagi siapapun yang melihatnya tampak begitu indah dan cantik.SD Negeri  2 Pringsewu selatan berdiri pada tahun 1977. Berdirinya SD Negeri 2 Pringsewu Selatan ini dilatar belakangi atas kebutuhan masyarakat  Dusun Pringkumpul dan sekitarnya pada saat itu sangat mendambakan lembaga pendidikan yang mampu menampung masyarakat agar dapat mengenyam pendidikan sekolah dasar tidak jauh dari tempat tinggalnya. Beranjak dari hal tersebut maka masyarakat Pringkumpul pada tahun 1977. Merintis sebuah lembanga pendidikan. Adapun system kegiatan dalam proses belajar mengajar mengacu pada Kurikulum Departemen  Pendidikan Dan Kebudayaan. Ahirnya pada tahun 1978 secara resmi sekolah tersebut dinyatakan berstatus Negeri dengan nama SD Negeri 2 Pringsewu Selatan sampai sekarang. SD N 2 Pringsewu selatan saat ini sudah memiliki beberapa fasilitas pendukung untuk mendukung proses belajar mengajar  diantaranya yaitu, Ruang Belajar 6 Lokal ukuran 7m x 8,  Ruang Kepala Sekolah ukuran 7m x 7 m, Ruang Guru ukuran 7m x 8m, Ruang Tata Usaha Ukuran 3 m x3 m, Ruang Perpustakaan 4 m x7 m.
 
Setelah hampir 36 tahun SD Negeri 2 Pringsewu selatan ikut serta dalam mecerdaskan anak bangsa, dari awal berdirinya hingga saat ini SD Negeri 2 Pringsewu selatan tentu telah banyak menuai catatan Baik suka mau pun duka. Dalam perjalananya yang panjang ini SD Negeri 2 Pirngsewu selatan Sudah beberapa berganti kepala sekolah diantaranya yaitu: 1. Ibu Siti Rusmini 2. Bapak Kaidi HS  3. Bapak Sumardi Mc  4. Ibu ismirah  5. Ibu Mujiatun,S.Pd  6. Ibu Dra H Sri Utami indrawati  6. Bapak Edy Iriyanto, S.Pd.

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang baik dan tertib selain sarana dan pra sarana yang ada,  SD Negeri 2 Pringsewu selatan juga selalu menjaga hubungan baik dengan wali murid,  masyarakat sekitar dan hubungan antar sekolah, untuk menuju sekolah yang lebih baik lagi,terbukti dengan pencapaian prestasi yang di dapat  SD Negeri  2 pringsewu selatan, yaitu di antaranaya, Bola Voli, Tenis Meja, Lompat Jauh, Tolak Peluru Putri, Lari 80 M, Bulu Tangkis, Bola Voli, Sepak Bola, Bazar Siaga, Yel Yel Pramuka, LCTP,tingkat kecamatan.dengan di awaki 16 orang tenaga pendidik (guru) dan 3 orang tenaga bantu (honor) dengan jumlah murid 328 siswa/siswi.

SD Negeri 2 Pringsewu Selatan yang saat ini di pimpin bapak Edy Iriyanto, S.Pd yang lahir pada tanggal 11 desember tahun 1961,yang selalu mengutamakan kedisiplinan baik itu di sekolah maupun di rumah beliau merupakan sosok pemimpin yang selalu melakukan  perubahan untuk menjadi lebih baik pada setiap instansi yang dia pimpin, bapak Edy Iriyanto S.Pd, Suami dari ibu Tusini, S.Pd, yang juga tenaga pendidik (guru) di SMP Negeri  4 Pringsewu, Ayah dari empat orang anak

ini, yaitu (Martika Ami irianita, S.Pd, Martifa Wenti Irianita, S.Pd,  Refvita Irdiani, S.Pd,  dan Estining Wahyu Kinasih). Bapak Edi Iriyanto S.Pd ,dan selau mengutamakan pendidikan  pada keluarganya, terbukti dengan ketiga anaknya yang sudah lulus sarjana,dan menjadi tenaga pendidik.

Bapak Edy Iriyanto S.Pd Pertama kali di angkat menjadi PNS pada tahun 1982, di SD 1 Belambangan Umpu,way kanan pada tahun1985 kemudian dipindahkan di SD Negeri 12 Pringsewu yang saat ini menjadi SD N 3 Pringsewu Timur, dan di angkat menjadi kepala sekolah pada tahun 2010 bulan April tepatnya di SD N 3 Pringsewu Timur,di pindah di SD Negeri Bumi Arum, dan bulan juli 2012 sampai sekarang di tugas kan di SD Negeri 2 Pringsewu Selatan.riwayat  pendidikan Bapak Edy Iriyanto S.Pd, menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Pringsewu, kemudian melanjutkan  di SMP Negeri 2 Pringsewu,  kemudian melanjutkan ke  SGO Negeri Tanjung Karang, Dan program S1  Di STO Darma  Wacana Metro,

Sekolah Dasar Negeri 2 Pringsewu Selatan  sendiri mempunyai  Visi Terwujudnya siswa siswi yang berkualitas dan terampil dalam memenuhi hasrat pendidikan. Sedangkan untuk Misinya yaitu Menanamkan keyakinan atau kaidah melalui pengamalan ajaran agama yang dianut,  Meningkatkan proses pembelajaran yang kreatif dan efektif, Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan, Mengembangkan pengetahuan dibidang akademik sesuai dengan bakat, minat, dan potensi siswa,  Mengoptimalkan penggunaan sarana pendidikan yang tersedia, Melengkapi sarana pendidikan.

KILAS PANDANG PEMEKARAN KABUPATEN PRINGSEWU

Pringsewu. Jauh sebelum terjadi gerakan masyarakat yang diawali dari studi kelayakan yang dilakukan oleh Prof. Dr. Muhajir Utomo dkk terhadap kecamatan Pringsewu menjadi Kota Madya, telah dilakukan rencana dari pemerintah Propinsi Lampung, bahwa Pringsewu diploting menjadi Kota Administratif. Tetapi rencana itu tak pernah kunjung hadir. Maka gerakan rakyat yang diawali dari studi kelayakan Prof. Dr. Muhajir Utomo dkk tahun 1998 Pringsewu dinyatakan layak menjadi Kota Madya. Pada tahun 1999, terhimpunlah gerakan rakyat yang di ketuai oleh H. Bambang Waluyo Utomo cukup efektif untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa Pringsewu akan menjadi Kota Madya. Respon masyarakat cukup tingi dan sangat antusias. Gerakan ini secara politis mengalami hambatan, dan terjadi stagnasi gerakan. Maka atas desakan masyarakat kembali, yang masih semangat dan antusias, gerakan dilanjutkan oleh Bapak RU Hendarman (Sebagai Ketua). Pada masa ini, gerakan sempat meluas dan dikomunikasikan ke masyarakat Pringsewu yang berada di Jakarta seperti Dr. Sugiri Syarif, Syafri Yunan, S.H, Jendral Kusnadi Kardi, Jendral Bambang Sudibyo, Jendral Supriyantoro,Maya Alifia dll.
Namun karena badai politik di Propinsi Lampung gerakan ini pun sempat berhenti, ketika terjadi suksesi Pilgub Tahun 2003.
 
Agar tidak terjadi stagnasi gerakan, maka posisi Ketua pun beralih kembali ke Bapak H. Bambang Waluyo Utomo. Karena isu politik, pada saat ini terjadi pembentukan usulan dari Kota Madya menjadi Kabupaten Way Tebu.

Nasib gerakan dengan sebutan Kabupaten Way Tebu pun mengalami terpaan badai politik lokal. Dalam suatu rapat panitia, Bapak H. Bambang Waluyo Utomo membawa Bapak Maramis, S.H dari Bandar Lampung untuk memimpin gerakan rakyat ini. Namun lagi-lagi mendapat kebuntuan karena jarak koordinasi yang sering terhambat, maka terjadi komunikasi yang tidak efektif, terjadilah stagnasi gerakan kembali.
 
 Setelah terjadi beberapa kali stagnasi gerakan maka masyarakat dan sebagian panitia pun mengalami kelesuan. Trush masyarakat hampir tidak ada dan umumnya sudah pesimistis akan kehadiran Kabupaten Pringsewu. Sisa-sisa pejuang berkumpul kembali untuk membangun semangat. Maka tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2005, masyarakat dari 6 Kecamatan (sekarang menjadi 9 Kecamatan), sepakat melanjutkan perjuangan yang disebutnya dengan gerakan “Gerbang terakhir Pemekaran Kabupaten Pringsewu”, dan nama usulan pun berubah dari Kabupaten Way Tebu menjadi Kabupaten Pringsewu. Pimpinan gerakan melalui sidang formatur diamanatkan pada Wanawir AM sebagai Ketua Umum dan Ketua harian Imop Sutopo beserta kawan-kawan yang tergabung dalam P3KP. Atas dukungan masyarakat dan kekompakan kerja P3KP, maka pada tanggal 19 Desember 2006, usulan disetujui oleh DPRD Tanggamus dan Bupati Tanggamus Bapak Fauzan Syaie. Persyaratan administratif pun di bawa ke Pemda Propinsi Lampung tanggal 4 Januari 2007 untuk dproses lebih lanjut. Baru pada tanggal 24 Agustus 2007, DPRD Propinsi Lampung menyetujui usulan Pembentukan Kabupaten Pringsewu melalui Sidang Paripurna yang hanya 15 menit saja, semua fraksi menyetujui, dihadiri oleh Bupati Tanggamus, H. Fauzan Syaie, Bambang Kurniawan (wakil Bupati) Kala itu sekarang Bupati Tanggamus, Kombes Astin Alimudin, Reza Berawi dan tokoh-tokoh masyarakat, serta seluruh jajaran P3KP

Persyaratan administratif usulan melaju ke Senayan di Komisi II DPR RI tanggal 30 Agustus 2007, dan disusul surat persetujuan Gubernur Lampung tentang usulan Pembentukan Kabupaten Pringsewu Lampung tanggal 18 September 2007, disampaikan ke Depdagri Jakarta.
Dari proses panjang dan berliku-liku usulan mulai dari tingkat Kabupaten, tingkat Propinsi maupun di Senayan dan Depdagri, berakhir pada tanggal 29 Oktober 2008, Kabupaten Pringsewu diparipurnakan DPR RI. Sujud syukur dan peluk tangis para tokoh adat dan anggota P3KP yang hadir dengan sukarela di Senayan pada saat itu menghiasi ruang balkon DPR RI. Hingar bingar dan haru biru serta pekikan “Allohuakbar” berkumandang di ruang Sidang DPR RI sebagai luapan emosi kegembiraan.

Berselang  satu bulan kemudian, ditetapkanlah UU No. 48 tahun 2008 tanggal 26 November 2008, secara defacto Kabupaten Pringsewu terbentuk. Kemudian lebih kurang empat bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 3 April 2009, sesuai amanat Undang-Undang ditetapkanlah Penjabat Bupati Pringsewu yang pertama Bapak H. Ir. Masdulhaq
.
Atas pertimbangan dan evaluasi Gubernur Lampung, maka Bapak Masdulhaq dialih tugaskan digantikan Bapak H. Helmi Mahmud sebagai Penjabat Bupati kedua dan pada tanggal 5 September 2010 diganti oleh Bapak Sudarno Eddi SH.MH.kemudian melalui Pemilukada Pertama Kabupaten Pringsewu yang di selenggarakan terpilih lah Bapak KH.Sujadi Saddad sebagai Bupati dan H.Handitya Narapati SZP wakil Bupati yang di lantik 3 November 2011,Masa jabatan 2011 s/d 2016.

Pesan dari masyarakat buat para pemimpin yang akan datang “Laksanakanlah amanat perjuangan  rakyat untuk menjadikan Kabupaten Pringsewu  yang Good Governance, yang bersih dan berwibawa serta terhindar dari korupsi guna menuju rakyat yang sejahtera”, kami semua berdoa.

Bantu Klik Iklan di Bawah Ini ya ...

”WONG NDESO PINGIN JUWORO”

SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SUKOHARJO IV
Sekolah Dasar Negeri 1 (SDN 1) Sukoharjo IV Kecamatan Sukoharjo yang berdiri pada tahun 1972 ini tentunya sudah banyak cerita dan prestasi yang di torehkan dan tak kan pernah terlupakan sepanjang masa, sebabnya SDN 1 Sukoharjo 4 ini banyak sekali melahirkan atlit-atlit yang sangat berjasa bagi Kabupaten Pringsewu pada tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Asia Tenggara. Dan Guru olahraga sekolah tersebut mempunyai semboyan “WONG NDESO PINGIN JUWORO”
  Sekolah ini berada di pekon sukoharjo IV Jl. Silitongah RT006/RW001 Kec. Sukoharjo Pringsewu,Lampung yang berstatus tanah Hibah dari masyarakat sukoharjo IV yang luas bangunannya P.48 L.7 . Jumlah siswa sebanyak 164, jumlah guru ; 1 Kepala sekolah yang bernama Bapak Sugiono S.Pd, beserta  guru 8 PNS dan 2 Honorer. Kemudian mempunyai Rumbel 7 termasuk 1 berkondisi rusak, 1 perpus (2012), lalu toilet 3 ruang (1 guru 2 murid)
     Seiring berjalannya waktu (SDN 1) Sukoharjo IV terus berusaha dengan penuh percaya diri dalam mengupayakan perkembangan pendidikan akademik dan khususnya bidang akademik, kalau bicara tentang (SDN 1) Sukoharjo IV ini tidak akan pernah ada abisnya dalam prestasinya, salah satunya tahun ini dalam acara O2SN tingkat Kabupaten 2015 (SDN 1) berhasil menjadi juara 1 Kit Atletik Tingkat Kab Pringsewu, dan bahkan pada tahun 2011 mewakili nasional dalam APSOO ke tingkat Asia Tenggara cabang Kiet Atletik yang bernama Sugiarti yang mendapatkan Medali Emas PON remaja. Kemudian Sekolah Dasar ini juga mempunyai Club Olahraga Usia Dini yang bernama Putra Silitongah yang di didik oleh bapak Agus Sunarto S.Pd selaku guru olahraga (SDN 1) Sukoharjo IV.
     Selama kurang  lebih berjalan  43 tahun, (SDN 1) Sukoharjo 4 ini sudah beberapa kali berganti kepala sekolah (Kepsek) yaitu Bapak Atmo Santiko (1968-1973), Bapak Surtiman (1977-2004), Bapak Suprayono A.ma.Pd (1999-2004),Bapak Badariyadi A.ma.Pd (2004-2009), dan Bapak Sugiono S.Pd (2009- Saat ini). 
Saat ini Sekolah Dasar (SDN 1) Sukoharjo IV dipimpin oleh Bapak Sugiono S.Pd yang lahir di Sukoharjo pada tanggal 4 Juli 1964 bapak dari 4 orang anak (2 putra/2 putri) adalah suami dari Ibu Dra.  Agung Prasetyo Wardani yang kebetulan juga PNS di MTSN 2 Pringsewu yang selalu mendukung karirnya, Bapak Kepsek yang dikenal dengan sikap disiplin,tanggung jawab,tegas yang mempunyai semboyan “memberi contoh lebih bagus daripada menyuruh” ini pernah bersekolah di SDN 2 Sukoharjo 3 (1978) kemudian masuk SMP Budi Luhur selesai tahun 1981, melanjutkan di SGO Pringsewu lulus tahun 1984, setelah itu mengambil D2 Olahraga UT Balam lulus tahun 1995, dan yang terakhir mengambil gelar strata satu (S1) di Perguruan Tinggi STKIP Dharma Wacana dan wisuda tahun 2005. Kemudian Bapak Sugiono diangkat menjadi PNS Tahun 1988 saat itu beliau mengajar di SDN 1 Sukoharjo 4 dan sampai sekarang beliau mengabdikan jasanya di SDN 1 Sukoharjo IV.
     Bapak Sugiono S.Pd banyak menorehkan prestasi selama menjabat kepala sekolah, salah satunya pada tahun pertama beliau menjabat (SDN 1 ) Sukoharjo IV Akreditas sekolah menjadi B+ (2008), mendapatkan perpus (2012), dan Rehap Ringan (dana Bansos 2013). Selain di sekolah, diluar juga Bapak Kepsek ini aktif dibidang organisasi contohnya, Pengurus KONI tentang pembinaan prestasi, Ketua PEMKAB PSTI Kab. Pringsewu, dan Pengurus Perbakin Kab. Pringsewu.

VISI : Unggul dan berprestasi
MISI:
- Mendasari penghayatan dan pengalaman ajaran agama sesuai keyakinan masing-masing
- Meningkatkan proses pembelajaran aktif, kreatif,inovatif kekeluargan dan menyenangkan
- Membangun olahraga yang berprestasi
- Meningkatkan prestasi siwa sesuai bakat, minat, dan potensi
- Mengembangkan lingkungan yang sehat,aman,bersih dan indah
 Tujuan
- Dapat mengamalkan ajaran agama dalm kehidupan sehari-hari
Berprestasi akademik dan Non Akademik
- menjadi penggerak kemampuan dilingkungan dan masyarakat
- menjadi sekolah yang dialokasikan masyarakat
SD Negeri 1 Sukoharjo IV yang begitu banyak telah menorehkan prestasi, khususnya prestasi dalam bidang olah raga. Sistem pembinaan yang berkesinambungan menjadi sebuah tolak ukur hingga pada akhirnya mendapatkan prestasi yang dapat membanggakan sekolah, kabupaten, provinsi bahkan negara.
NB : Bantu klik Iklan dibawah ini, Terima Kasih

MTs USWATUN HASANAH KAMILIN


Pringsewu. Tuntutlah ilmu setinggi langit serta belajarlah sampai ke negeri Cina mungkin benar adanya pepatah sedimikian tersebut. Dimasa pergaulan bebas dan pengaruh  hebat teknologi saat ini terkadang membuat sebagian orang merasa pendidikan di bangku sekolah di nomor duakan, apalagi didasari bebarapa faktor seperti jarak sekolah yang jauh, sarana dan prasarana yang minim juga ikut andil dalam mempengaruhi pola fikir sebagian masyarakat. Namun  hal tersebut dapat ditepiskan oleh masyarakat Kamilin yang notabene nya  berada di daerah yang terpencil, semangat untuk menempuh dan memiliki kesejajaran pendidikan dengan anak – anak lain sangat besar. Didasari semangat yang sama tersebut hingga munculah seorang Abdul Murod S.Pd.i yang juga merupakan kepala pekon Kamilin untuk memprakarsai didirikanya sekolah setingkat menengah pertama di pekon Kamilin.

Didasari semangat tersebut berbagai upaya dilakukan seperti rembuk pekon, musyawarah para tokoh masyarakat setempat dan upaya – upaya membuka link untuk mendapatkan nasehat, bimbingan dan support ditempuh oleh  bapak Abdul Murod S.Pd.i, hingga pada akhirnya tercapailah sebuah mufakat dari seluruh warga Kamilin untuk secara bersama – sama mengumpulkan dana seiklasnya. Hingga pada akhirnya dana terkumpul dan proses pembangunan MTS Uswatun Hasanah mulai dilaksanakan pada tahun 2010. Berdiri di atas tanah hibah masyarakat seluas 2400 M2 berhasil dibangun 2 lokal untuk kegiatan belajar mengajar, tepat disebelah balai pekon dan kantor pekon Kamilin sekolah ini bangun. Hingga saat ini MTS Uswatun Hasanah telah memiliki 86 siswa – siswi. Tepat pada tanggal 15 Juli 2010 kegiatan belajar mengajar di MTS Uswatun Hasanah secara resmi dimulai dan di kepalai oleh bapak Drs. Amin Subagyo selaku kepala sekolah. Belum banyak prestasi yang ditorehkan oleh MTS Uswatun Hasanah hingga saat ini, namun satu hal yang sangat membanggakan masyarakat Kamilin adalah pada tahun 2013 MTS Uswatun Hasanah Kamilin telah berhasil meluluskan siswa – siswinya dengan standar kelulusan nasional.
Dibimbing oleh tenaga pendidik berjumlah 16 tenaga pendidik yang berasal dari beberapa daerah di kabupaten Pringsewu dan Lampung Tengah mereka berjibaku memberikan dedikasinya untuk para siswa agar tidak tertinggal oleh anak – anak dari daerah lain. Dengan sarana dan prasarana yang ada mereka mentransfer ilmu kepada para siswa – siswi yang sangat bersemangat dalam menempuh pendidikan. Diwakili oleh bapak Wili Aji Putra, beliau menyampaikan harapan do’a dan support dari seluruh masyarakat kabupaten Pringsewu untuk para siswa didiknya agar terus dapat menimba ilmu, sementara itu bapak Abdul Murod S.Pd.i selaku guru pendidik menyampaikan semangat keiklasan dan pengabdian para tenaga pendidik dalam menjalankan kewajiban mereka di MTS Uswatun Hasanah.

NB :
bantuan klik iklan sangat membantu kami

SEKOLAH DASAR NEGERI 3 YOGYAKARTA


Pringsewu. SD Negeri 3 Yogyakarta, Jalan Raya Klaten Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu,  dulunya adalah SD Negeri 2 Yogyakarta yang masih menginduk pada SD Negeri 1 Yogyakarta. Setelah ada pemekaran wilayah  akhirnya berganti nama menjadi SD Negeri 3 Yogyakarta yang kita kenal sampai sekarang. SD Negeri 3 Yogyakarta ini tentunya memiliki banyak cerita dan prestasi yang tidak kalah menarik dari sekolah-sekolah di Kecamatan Gadingrejo.
Sekolah yang mulai berdiri pada tahun 1966 ini, nampak begitu indah dan asri sekali membuat kita merasa nyaman berada dilingkungan sekolah, bangunannya tertata dengan baik dan rapih tergambar dari letak ruang-ruangnya, sehingga nyaman dan aman dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah tersebut.Sekolah yang pernah di rehab tahun 1975 ini terus mengemban tugasnya dalam mencerdaskan anak-anak Bangsa.
Sekolah yang dibangun di atas tanah milik masyarakat yang telah dihibahkan , dengan luas tanah 2587,5 M2 . Berawal dari keinginan masyarakat akan adanya sekolah dilingkungan tempat mereka tinggal, agar dapat menyekolahkan anak-anak mereka yang kala itu sekolah-sekolah masih belum banyak seperti saat ini, kalaupun ada itu jaraknya jauh untuk ditempuh sehingga dibangunlah sekolah ini dilingkungan tempat mereka tinggal.
Berkat kerjasama dan bantuan yang begitu besar dari masyarakat kala itu, hal tersebut juga karena keberadaan gedung sekolah dilingkungan mereka sangatlah diharapkan agar dapat menyekolahkan anak-anak mereka  dan tidak terlalu jauh jaraknya dari tempat tinggal mereka, meskipun sekolah ini bukanlah sekolah yang pertama. Dalam perjalanannya selama ini ikut serta mencerdaskan anak-anak bangsa, tentulah tidak terlepas dari  perjalanan panjang dan berliku yang harus ditempuh. Namun semua itu bukanlah alasan yang menjadi hambatan di dalam proses pembangunan dibidang pendidikan, terbukti dengan existensinya selama ini dalam proses belajar mengajar dan mencerdaskan anak-anak bangsa. Tentunya, lingkungan sekolah juga sangat berperan dan membantu dalam memberikan kenyamanan warga sekolah agar tumbuh kembang pendidikan dimasa mendatang akan menjadi jauh lebih baik. Hal tersebut selalu diupayakan dengan sebaik mungkin, guna meraih pencapaian demi pencapaian secara maksimal dan mempersiapkan siswa-siswi yang berprestasi serta dapat menempuh jenjang pendidikan yang selanjutnya, tentu saja dengan adanya bantuan dan disiplin yang tinggi dari seluruh warga sekolah.


SD Negeri 3 Yogyakarta ini tentunya telah banyak mengentaskan siswa-siswinya dari sejak awal berdiri hingga saat ini. Sejak awal mula didirikannya sekolah ini sudah beberapa kali berganti Kepala Sekolah antara lain Ibu Kristine, Bapak Musliman Hs, Hendis Durdin, Bapak Abi Yanto, Ibu Sifiah, Bapak Soebarjo, Bapak Inung Supardi dan Bapak Sunarto, S.Pd, SD. Kesemuanya itu pada dasarnya memilki komitmen yang tinggi dan tujuan yang sama yakni membangun pendidikan.
SD Negeri 3 Yogyakarta didukung oleh tenaga pengajar 8 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 4 tenaga Honorer (penjaga perpus dan penjaga sekolah). Jumlah ruang kelas ada 6 lokal, ditambah dengan ruang kantor dan perpustakaan. Jumlah murid di SD Negeri 3 Yogyakarta berjumlah 208 siswa, dengan tingkat kelulusan 100% murni. SD Negeri 3 Yogyakarta ini memiliki kegitan extrakulikuler yakni kegitan Pramuka, Paskibra, dan Drum Band. Adapun segudang prestasi yang telah diraih oleh SD Negeri 3 Yogyakarta ini antaralain: Juara 1 lomba sekolah sehat Kecamatan Gadingrejo Kab. Pringsewu (2012), Juara 3LKBB Kab. Pringsewu (2012), Juara 1 OSN tingkat kecamatan Gadingrejo, juara 2 lomba drumband pelajar Kab. Pringsewu,  Juara Umum LKBB Kab. Pringsewu (2013), juara 2 lomba drumband pelajar tingkat Provinsi Lampung  kemudian di lanjut Drum Band pelajar  tingkat Nasional yang di adakan di bogor pada tanggal 10 Juni 2013 lalu mendapatkan Juara 3 katagori unjuk gelar.
 Saat ini SD Negeri 3 Yogyakarta dipimpin oleh Bapak Sunarto, S.Pd, SD yang lahir di Klaten pada 22 Juni 1965 silam. Bapak Sunarto selaku kepala sekolah tentunya mempunyai cara tersendiri dalam memimpin SD Negeri 3 Yogyakarta ini, begitu juga pada keluarganya beliau begitu tegas dan bertanggungjawab.Bapak yang mempunyai catatan riwayat sekolah ini adalah SD 2 yogjakarta pada lulus tahun 1977,melanjutkan ke SMP Persiapan Pringsewu,lulus tahun 1981 kemudian ke SPG Negeri Pringsewu,lulus tahun 1984,selanjutnya D2 Universitas Terbuka (UT) Gedong Tataan (2001) dan S1 Universitas Terbuka (UT) Talang Padang (2008) silam.
Bapak Sunarto, S.Pd, SD  adalah suami dari  Ibu Setiyowati yang selalu setia dan sabar mendampingi serta memberikan dukungan penuh pada sang suami sehingga beliau dapat memimpin SD Negeri 3 Yogyakarta ini dengan baik, dari hasil pernikahannya tersebut mereka dikaruniai anak yaitu Ardelia Gestinarwati dan Armitha Yulinar Fanny.
Adapun visi dan misi dari SD Negeri 3 Yogyakarta ini adalah Visinya Unggul dalam prestasi dan taqwa serta berwawasan lingkungan, Misinya adalah melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara aktif kepada seluruh siswa dan menumbuhkan semangat berprestasi secara intensif pada seluruh warga sekolah.

SD NEGERI 1 PAJARESUK



DEWAN GURU SD NEGERI 1 PAJARESUK
Pringsewu. Sosok Kartini adalah pejuang kaum wanita yang memperjuangkan harkat dan martabat kaum wanita, pada masa itu dimana kaum wanita terjajah dan terkurung dalam kekuasaan kaum pria. Sehingga muncullah seorang Kartini yang mendobrak pemahaman tersebut. Emansipasi wanita, begitu saat ini lebih dikenal istilah tersebut. Dalam segala bidang dan objek – objek penting baik di pemerintahan, social, ekonomi maupun dalam dunia pendidikan sudah banyak yang dipimpin oleh seorang wanita, tentu saja dengan hasil yang tidak berbeda justru lebih baik dari masa sebelumnya.
                Dra. Sri Adiningsih, adalah salah satu dari kartini masa kini yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah SD Negeri 1 Pajaresuk kecamatan Pringsewu Barat kabupaten Pringsewu. Sosok Kartini masa kini yang muncul di tengah kota Pringsewu dengan segala kemajuannya ini mampu bersaing memberikan yang terbaik untuk SD N 1 Pajaresuk, dilahirkan di pekon Sidoharjo kecamatan Pringsewu Timur pada tanggal 26 Juni 1960 ini telah banyak memberikan perubahan untuk SD N 1 Pajaresuk. Dra. Sri Adiningsih yang pernah mengenyam pendidikan di SD N 1 Sidoharjo lulus tahun 1974 kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Pringombo lulus tahun 1977 dan kemudian ke SPG Negeri Pringsewu lulus tahun 1980/1981 dan terakhir di STKIP Muhamadiyah Pringsewu lulus tahun 1993. Dra. Sri Adiningsih pertama kali diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tanggal 27 Maret 1982 masih sebagai CPNS dan pada tahun 1984 baru diresmikan sebagai PNS. Pertama kali bertugas sebagai guru kelas di SD 3 Pringombo dari tahun 1984 – 1994 kemudian berpindah ke SD 7 Pringsewu atau yang sekarang telah berganti nama SD 2 Pringsewu Utara sejak tahun 1994 – 2009, dan pada akhirnya sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang menjabat sebagai kepala sekolah di SD N 1 Pajaresuk.
                SD Negeri 1 Pajaresuk yang beralamat di jalan Imam Bonjol desa Pajaresuk kecamatan Pringsewu Barat ini berdiri pada tahun 1968, sekolah yang berdiri di atas tanah hibah masyarakat  dengan luas 1890 M2 dengan jumlah ruang belajar sebanyak 10 ruang belajar, satu ruang kepala sekolah, satu ruang guru, perpustakaan, UKS dan perumahan sekolah. SD N 1 Pajaresuk dididik oleh 18 guru yang sudah berstatus PNS, 2 orang tenaga honorer dan 1 orag staff Tata Usaha berusaha menjadikan siswa – siswi yang berjumlah 319 peserta didik terdiri dari 150 siswa putra dan 169 siswi putri, berupaya menjadikan generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia. Pada tahun 2011, SD N 1 Pajaresuk secara resmi menjadi SD ber-Standar Nasioanl (SN), segudang prestasi juga telah mereka raih, diatanranya masuk babak final dalam O2SN tingkat nasional pada cabang olahraga catur putra, juara II lomba tari tingkat Provinsi, juara II tingkat provinsi dalam lomba kebersihan sekolah pada tahun 2012, juara 2 lomba UKS tingkat kabupaten, juara 3 angkat besi tahun 2014, juara 3 Gita Pati Drumband pada acara HUT kabupaten Tanggamus tahun 2014 dan masuk dalam kontingen PORPROV 2014 untuk cabang catur.

                Bagsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya, demikian pula dengan SD N 1 Pajaresuk, sekolah yang berdiri sejak tahun 1986 ini pernah dipimpin oleh oleh bapak Rojikun (1972 – 1996), bapak Aziani Masri (1996 – 2001), bapak Suyitno (2002 – 2008), bapak Drs. Sudarto (Plh. 2008 – 2009) dan Ibu Dra. Sri Adiningsih (2009 sampai dengan sekarang). Dengan Visi sekolah “Terwujudnya sekolah yang bermutu berdasarkan Iman dan Taqwa” dan didampingi Misi sekolah :
a.       Mewujudkan siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa
b.      Berupaya meningkatkan prestasi yang berilmu kreativ dan mandiri
c.       Mewujudkan hubungan harmonis antar sekolah dan masyarakat
d.      Mewujudkan situasi belajar siswa yang nyaman
e.      Mewujudkan hubungan antara kepala sekolah yang harmonis
Dengan segala upaya dan terobosan – terobosan yang dilakukan oleh ibu Dra. Sri Adiningsih, beliau bersyukur karena setiap tahun masa kepemimpinannya selalu menunjukkan progres yang baik, berbagai bantuan baik dari dinas pendidikan maupun dinas social dan lainya sehingga membuat SD Negeri 1 Pajaresuk yang telah berstandar nasional ini siap bersaing dan mencetak generasi muda yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.