BATAS KESABARAN

Sebagaimana dikatakan banyak ayat dalam Al Quran, bahwa kita sebagaimana manusia harus ber"Sabar". Nah, konteks yang mana kita boleh bersabar dan makna yang bagaimana kesabaran pada kita. Selama ini yang kita lihat banyak fenomena sehari-hari kesabaran ini sudah ditinggalkan oleh sebagian manusia, yang menjadikan makna dari sabar ini sudah tidak ada lagi.

Kemudian di dalam menyampaikan permohonan-permohonan kepada Tuhan, supaya bersabar. Sabar yang bagaimana? Apakah kita harus menunggui? Kadang-kadang kita sudah merasa bekerja keras dalam hal fisik untuk menempuh agar yang kita inginkan didapatkan, tetapi belum memperoleh juga. Sampai dimana kesabaran harus kita pertahankan?

Dalam al-Qur'an surah Fusshilat : 49 dikatakan : "Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan". Putus asa adalah sifat yang tercela. Tidak selayaknya seorang mu'min berputus asa dalam segala hal, baik dalam berdo'a kepada Allah maupun dalam menghadapi kehidupan ini.

Ketika kita berdo'a kepada Allah, maka tidak terlepas dari dua kemungkinan, dikabulkan atau tidak. Kalau dikabulkan kita harus segera bersyukur kepada Allah. Namun bila merasa belum dikabulkan, kita tidak dibolehkan cepat-cepat berkeyakinan bahwa do'a kita tidak dikabulkan Allah. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Mungkin do'a kita belum dikabulkan Allah, atau Allah akan mengganti dengan yang lebih baik dari yang kita minta, atau mungkin diri kita belum siap atau tidak layak untuk mendapatkan permintaan kita.

Itulah, maka doa yang kita panjatkan kepada Allah, hasil dan buahnya tidak bisa kita ukur dengan waktu. Rasulullah pernah berdo'a "Ya Allah berilah petunjuk kaumku, karena mereka banyak yang bodoh". Apa yang terjadi, apakah semua kaumnya beriman? Ternyata sampai Rasulullah wafat pun masih banyak kaumnya yang tidak beriman, namun Rasulullah tidak berputus asa dan terus berusaha bahkan berpesan kepada umatnya agar meneruskan perjuangannya.

Dalam sebuah hadist Rasulullah mengatakan : "Mintalah karunia Allah, karena Allah senang kalau dimintai sesuatu dan sebaik-baik ibadah adalah menunggu dibukanya kesulitan kita" (H.R. Tirmizi).

Itulah sebaik-baik ibadah, menunggu hingga dihilangkannya kesulitan dan kesedihan kita dan tidak mengeluh kepada selain Allah.

Sikap seorang mu'min yang baik adalah yang tidak mudah berputus asa dan tidak mudah kecewa, senantiasa besar hati dalam menerima apapun yang dialami dan dideritanya, karena itu semua atas kehendak Allah. Maka dalam ayat lain dikatakan bahwa sikap berputus asa adalah sikap orang kafir (al-Ankabut: 23). Ini karena mereka yang berputus asa atas rahmat Allah telah menentang kehendak Allah dan ingin memaksa Allah dengan kehendaknya.

KUNJUNGAN KERJA KA. KANWIL KEMENAG PROVINSI LAMPUNG DI KABUPATEN PRINGSEWU

Pringsewu. Ratusan Pegawai dibawah naungan Kementerian agama Kabupaten Pringsewu memenuhi Aula setempat dalam rangka Kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Rabu 8/4/15. Dengan antusias mereka mengikuti rangkaian acara kunker yang di buka dengan beberapa penampilan seni seperti Tari Bedana dari MTsN 1 Pringsewu dan Seni bela diri Pencak Silat dari MIN 3 Pringsewu.

Dalam sambutan pembinaannya Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung Drs. H. Suahili, M.Ag memaparkan visi dan misi Kementerian Agama yang perlu di pahami dan dilaksanakan oleh seluruh elemen. Beliau menegaskan bahwa Visi Kementerian Agama yaitu Terwujudnya masyarakat yang taat beragama rukun cerdas mandiri sejahtera lahir batin harus menjadi visi seluruh satuan kerja dibawah naungan Kementerian Agama. " Visi harus sama, dari Pusat sampai daerah agar tujuan dan target Kementerian Agama dapat terealisasi. Kalau Motto boleh berbeda" tegasnya.

Sementara terkait dengan misi Kementerian Agama, Ka. Kanwil menyebutkan ada 5 misi Kementerian agama yaitu Pertama, meningkatkan kualitas kehidupan beragama.Kedua, meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama. Ketiga, meningkatkan kualitas raudhatul atfal, madrasah, perguruan tinggi agama, dan pendidikan keagamaan. Keempat, meningkatkan kualitas penyelenggara ibadah haji dan yang Kelima, mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Khusus mengenai misi ke tiga tentang peningkatan kualitas Madrasah, Ka Kanwil menegaskan agar dalam proses penerimaan Siswa Baru tetap mengedepankan kualitas input siswa, agar output yang dihasilkanpun dapat berkualitas pula. " Jangan sampai ada TS alias Tim Sukses untuk meluluskan siswa yang tidak sesuai standar " tegasnya. Melalui proses ini Ka. Kanwil berharap di masa generasi penerus mendatang, banyak pemimpin yang merupakan lulusan Madrasah.

Selain penjabaran visi misi, Ka. Kanwil juga mengharapkan kepada seluruh Pegawai Kementerian Agama agar dapat mengimplementasikan 5 nilai budaya kerja yang telah dicanangkan di Kementerian Agama yang meliputi Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan.

Diakhir sambutannya Ka. Kanwil berpesan agar seluruh satker Kementerian Agama di Provinsi Lampung Agar dengan aktif membangun image baik kementerian Agama melalui pemanfaatan teknologi informasi khususnya pemanfaatan Website Kemenag Lampung. " Ayo kita kelola Website kita karena itu merupakan wajah kita yang menunjukkan kualitas kita di mata kementerian agama lain di seluruh Indonesia ". Pungkasya

Kontributor : Muhammad Faizin, S.Pd

JANGAN ADA TIM SUKSES SELAMA UN, TS MERACUNI

KA. MAN 1 PRINGSEWU : " JANGAN ADA TIM SUKSES SELAMA UN, TS MERACUNI "

Pringsewu. Demikian penegasan Kepala MAN 1 Pringsewu Samsurizal, S.Pd, M.Si pada Sosialisi dan Pembekalan Pengawas UN 2015 di Kampus Setempat, Kamis 09/04/15. Samsurizal mewakili segenap panitia dan seluruh pengawas berkomitmen untuk mensukseskan Ujian Nasional 2015 dengan hasil ujian yang maksimal berbekal kejujuran dari segenap elemen terkait.

Para Pengawas yang hadir pada pembekalan ini merupakan guru dari berbagai Madrasah Aliyah di Kabupaten Pringsewu yang akan mengawas dengan sistem silang. Nantinya para pengawas tersebut tidak akan mengawas di Madrasah tempat mengajar mereka sendiri namun akan di tugaskan untuk mengawas di Madrasah lain.

Dalam pembekalannya Kepala MAN 1 Pringsewu, mengharapkan kepada seluruh pengawas untuk melaksanakan tugas dengan ikhlas dan sebaik baiknya sesuai dengan POS ( Prosedur Operasi Standar )." Ciptakan kenyamanan, hilangkan ketegangan agar peserta enjoy sehingga mendapatkan hasil maksimal " harapnya

Samsurizal menambahkan bahwa UN 2015 berbeda dengan UN 2014. " Tahun ini pengawas independen tidak mengawas sampai dengan satuan pendidikan. Kalaupun ada, itu hanya bersifat kunjungan " terangnya. Dalam ruang ujian hanya ada 2 orang pengawas dengan jumlah peserta sebanyak 20 siswa siswi.

Pada UN 2015 setiap siswa akan mendapatkan paket soal yang berbeda dengan siswa lain. " Jadi setiap amplop akan ada 20 paket berbeda dan mekanisme pembagiannya pun di acak " terangnya. Setiap harinya akan ada 2 mata pelajaran yang akan di ujikan pada ujian nasional 2015.

Menurut Samsurizal, fungsi UN 2015 yang akan dilaksanakan 3 hari mulai 13 sampai 15 April 2015 ini bukan penentu kelulusan namun fungsi ujian nasional 2015 adalah untuk pemetaan, pembinaan, dasar seleksi ke jenjang berikutnya.

Kontributor : Muhammad Faizin, S.Pd

MAN 1 PRINGSEWU GELAR ISTIGHOTSAH HADAPI UN 2015


KA. MAN 1 PRINGSEWU : " SEMUA KEKUATAN HANYA MILIK ALLAH SWT "

Pringsewu. Di bawah cuaca yang cukup sejuk, seluruh Keluarga Besar akademika MAN 1 Pringsewu larut dalam kekhusyukan kegiatan Istighotsah dengan berdoa bersama yang ditujukkan agar pelaksanaan Ujian Nasional 2015 dapat berjalan dengan sukses baik sukses pelaksanaan maupun sukses hasil. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat 10/04/14 ini dipusatkan di Masjid Jabal Nur MAN 1 Pringsewu.
Rangkaian istighotsah diawali dengan Sholat Duha dan Shalat Hajat serta penyampaian motivasi oleh salah satu dewan guru dan Kepala MAN 1 Pringsewu. Motivasi ini ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan diri para siswa khususnya kelas XII yang akan menjadi peserta UN 2015.
Dalam pesannya Kepala MAN 1 Pringsewu, Samsurizal, S.Pd, M.Si mengingatkan kepada siswa MAN 1 Pringsewu untuk memiliki 4 hal sebelum melasanakan Ujian. Ke empat hal tersebut adalah memiliki mind set juara, memiliki niat sungguh sungguh, memiliki kepercayan diri dan Selalu berdoa untuk kelancaran Ujian.
Samsurizal mengingatkan bahwa hal terakhir yaitu doa merupakan elemen yang sangat penting dalam segala usaha yang kita lakukan. " Dengan doa yang kita lakukan pada istighotsah ini mudah mudahan diijabah oleh Allah SWT. Perlu diingat bahwa Semua kekuatan hanya milik Allah SWT. Semoga siswa MAN 1 Pringsewu lulus 100% " tegasnya disambut takbir oleh seluruh jamaah.
Sementara Firdayati, S.Ag selaku penyampai motivasi menyampaikan 4 hal yang harus dimiliki para siswa untuk dapat memotivasi diri sendiri selama pelaksanaan Ujian. Ke empat hal tersebut adalah optimis dengan prinsip saya pasti bisa, Bergaul dengan teman yang baik, memiliki motto dalam hidup dan yang terakhir Berdoa. " Jangan lupa minta restu kepada kedua orang tua serta mendoakan mereka setelah sholat 5 waktu " Pesannya.
Kegiatan ditutup dengan Pembacaan istighotsah yang di pimpin oleh Drs. Sofwan dan doa yang diimami oleh beberapa dewan guru. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan saling berjabatan tangan diiringi dengan shalawat nabi. Nampak para siswa sangat meresapi kegiatan ini sehingga banyak para siswa yang meneteskan air mata.
Kontributor : Muhammad Faizin, S.Pd

DOA CEPAT TERKABUL

Keinginan pada sesuatu kebanyakan kita maunya cepat dan segera. Tetapi kita lambat  bergerak, lambat menuruti  perintah Allah, lambat beramal, serba lambat responnya. Mirip apel yang dilempar  ke atas, kita sudah tahu apel itu akan  jatuh, hanya tangan kita lambat menggapainya.  Ya keburu lewat  apel itu.  Jangan salahkan  apel itu,  mengapa bisa lewat dari kita, karena kita yang  sudah tahu kepastian tetapi masih berpikir  juga, salahkan kita sendiri, mengapa tangan kita  lambat bergerak.
Ayat-ayat Allah adalah sebuah kepastian, kita diperintahkan menjaga shalat, memperbaikinya dengan sunnahnya, kita diperintahkan juga untuk bersedekah, diutamakan pengorbanannya,  kita diperintahkan untuk menutup aurat tapi pakai banyak pertimbangannya, dan semua  perintah Allah  kita harus ikuti sesuai dengan yang kita bias saja. NB : Bantu Klik Iklan ya .....

Cepat  Tanggap
Orangtua suka bila anaknya disuruh cepat tanggap, pemimpin menyukai anak buahnya bila diberi  perintah langsung dikerjakan. Mereka  respek bila kita sambut.   Apalagi Allah, Ia akan merasa sangat senang bila perintahNya langsung direspon oleh kita karena itu menunjukkan  bentuk ketaatan dan keimanan kita kepadaNya.
Para shahabat Rasulullah SAW ketika turun ayat mengharamkan khamr (minuman keras) langsung ditumpahkan gentong-gentong miras. Ingat,  mereka yang paling faham tentang Islam karena belajar langsung dari Nabi, kepada mereka Allah perintahkan meniru para shahabat yang mulia.  Mereka tidak  menggampangkan atau meremehkan perintah Allah SWT
Hidup adalah perjuangan.  Binatang  mencari makan pun berjuang, tidak  hanya mengamini doa untuk dirinya sendiri lalu ia santai lagi.  Itu namanya  salah rumus. Doa dan ikhtiar haruslah seiring. Tidak menganggap enteng amal shaleh.

Perintah
Ikhlas itu hanya mengharap ridho Allah saja, mengapa pakai saja ? Karena iman kita mengakui Allah yang terbaik dalam segala hal, maka kitapun akan memberikan yang terbaik kepada Allah. Untuk  membuat Allah ridho, kita harus menjalankan apa yang ada dalam  Qur'an dan Sunnahnya. Teliti dulu apa  ada yang luput, apa ada yang kita langgar dari Quran dan Sunnah sedangkan  kita mampu melaksanakannya, hingga Allah menegur hidup kita dengan selalu merasa sempit dan selalu tanggung bulan ?

Respon
Mendengar acara favorit di TV, walaupun  ibu-ibu lagi masak langsung loncat di depan TV, mendengar ada info yang disenangi kebanyakan kita menyimak dan fokus,  tetapi  mendengar  Firman Allah dan hadist-hadits nabi  kita tidak  menyikapi sebagaimana mestinya. Lalu, bagaimana Allah mau merespon karena kelakuan kita yang acuh dan cuek terhadap perintahNya.
Analoginya begini,  bila seorang Bos  memberi surat tugas kepada, kita, kita  bakalan fokus membaca sedetail-detailnyasurat tugas tersebut.  Kalau perlu dibawa  ke belakang, atau sambil mandi. Sampai seperti itu kalau urusan  dunia. bagaimana kita tidak diberi pelajaran, teguran oleh Allah yang Firman-Nya dan sabda Nabi-Nya harus diperhatikan ?
Akibat terlalau banyak  berpikir, tidak fokus pada petunjuk Allah dalam Quran dan hadist,  akhirnya kita tertutup dari hikmah hidayah. Karena kita selalu digiring oleh kecenderungan kehidupan yang kita pilih. Kehidupan yang hanya sekali manfaatkan untuk meraih ridho Allah beserta syurga yang penuh nikmat tak terhingga.  Manfaatkan dengan upaya terbaik, The Best.

Menjadi Muslim Aktif dan Penerusnya
Seorang karyawan walaupun ia seorang officeboy bila dia mendapat tender atau order untuk kantornya senilai trilyunan, ia akan  naik pangkat karena  telah memberi  masukan  pendapatan untuk perusahaan hingga menjadi besar omsetnya. Semakin banyak karyawannya, dan tidak jatuh oleh para pesaingnya.  Si OB pun selalu dikabulkan keinginannya oleh atasan. Karena jasanya yang besar,
Para shahabat Nabi dulu, apapun  profesinya, pedagangkah, petanikah,  mereka sebagai muslim aktif berdakwah menegakkan agama Allah, mencegah kemaksiatan agar tidak meluas. Konglomerat seperti Abdurrahman bin auf, utsman bin affan  tidak pernah absen bila ada panggilan jihad. Tidak heran level para Nabi dan shahabatnya dan wali-Nya   doa-doanya  mustajab.
Sedangkan kita ? Seringkali tidak sadar bila  sudah tahajud, dhuha banyak sedekah , sudah merasa santai duluan, jangankan menolong agama Allah diluar sana, di dalam rumah saja seringkali kita  tidak beres,  menyia-nyiakan amanah Allah, tidak beres mendidik istri,  kita sering diam kalau anak tidak sholat, membiarkan kalau  pacaran bedua-duan, tidak menegurnya bila keluar rumah  membuka aurat, padahal itu tanggung jawab besar orangtuanya. Jaga rumah tangga kita, karena anak bisa menyeret orangtuanya ke neraka  bila tidak ada upaya mendidik. Islam juga harus menaungi keluarga, ngaji bersama,  berjamaah jalan ke masjid, undang ustadz ke rumah seminggu sekali, agar Allah segera memberikan kepada kita yang terbaik.  Rizkinya yang terbaik, ketenangan meliputi seisi rumah dan anak-anaknya kelak menjadi orang yang manfaat bagi umat.

Urusan menjadi muslim aktif, yang sudah tertanam dijiwanya memang harus  dibina sedari kecil, karena urusan ini dinyatakan Allah dalam keteladanan profil seorang bapak yang Allah abadikan dalam Al Qur'an, Lukmanul Hakim.   Allah SWT Berfirman artinya :
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal  yang diwajibkan Allah [Luqman : 17]
Ini tercermin dalam kehidupan Nabi dan para shahabatnya yang manusia biasa seperti kita, juga para muridnya,  walinya sepanjang zaman yang komitmen menyikapi ayat-ayat Allah untuk menjadi muslim aktif. Dan siapa yang doanya cepat terkabul, tentulah muslim seperti mereka di atas yang sering kita simak disepanjang kehidupannya yang penuh karamah karena keikhlasannya memberikan kehidupan yang terbaik sesuai Quran Hadist, tidak dianggap angin lalu. Sikap mereka tidak mau masuk surga sendirian, tidak mau membiarkan saudaranya jadi calon penghuni neraka, membuat mereka spesial di sisi Allah, Doanya diijabah hingga bagaikan keajaiban. Ya. Sayang bagi yang doanya mau cepat terkabul tidak sadar akan hal ini. Tidak mau mengambil pelajaran yang Allah berikan sedemikian banyaknya. Dari 25 Nabi dan mereka yang mau meniti jalan para umat-umat  terdahulu.

Kenapa Kita Tetap Membaca Al-Qur'an

Kenapa Kita Tetap Membaca Al-Qur'an Meskipun Tidak Mengerti Satu pun Artinya...

Sebuah kisah sederhana,namun hikmah yang ada di dalam nya sungguh luar biasa...
Yuks mari simak...

Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya...
Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an...
Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari...
Suatu hari ia bertanya pada kakeknya,“Kakek,aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya,dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya...
Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya...

Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian,menjawab pertanyaan sang cucu,“Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai,dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air...
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya,tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah...
Kakek tersebut tertawa dan berkata,“Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali...

Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi...
Kali ini anak itu berlari lebih cepat,tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah...
Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya,tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya...

Kakek berkata, “Aku tidak ingin seember air,aku ingin sekeranjang air...
Kamu harus mencoba lagi lebih keras...

Dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi...
Pada saat itu,anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin,tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin,air tetap akan habis sebelum sampai di rumah...
Anak itu kembali mengambil dan mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin,tapi ketika sampai di depan kakeknya,keranjang itu kosong lagi...
Dengan terengah-engah,ia berkata : ”Kakek,ini tidak ada gunanya...
Sia-sia saja...

Sang kakek menjawab :
“Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya...
Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu...

Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda...
Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor,dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih luar dan dalam...

”Cucuku,apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an...
Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali,tapi ketika kamu membacanya,tanpa kamu menyadari kamu akan berubah luar dan dalam...
Subhanalloh...

Semoga ada guna manfaat nya buat bahan renungan kita semua...

Share di persilahkan buat yg benar2 ikhlas berbagi...
(dikutip dari FaceBook)

REMAJA GAUL ALA ISLAM

Kita tentu sudah tidak  asing lagi dengan istilah ‘gaul’. Yah, tren yang sudah membumi di lingkungan kita. Dari mulai model baju, celana ketat, rok mini, tanktop, sampai buku-buku dan majalah tidak  ketinggalan membahas tren itu. Tapi apa kita tahu, apa sih sebenarnya arti gaul tersebut?
Ada yang mengatakan, gaul itu punya banyak teman dan wawasan. Di mana-mana ia dikenal. Banyak yang nelpon, banyak yang ngajak hang-out bersama, banyak yang naksir, banyak juga yang iseng ganggu. Pokoknya, ia layaknya superstar, ia dikenal di manapun berada.
Ada juga yang mengatakan, gaul itu mengikuti perkembangan zaman. Pokoknya, orang bisa dikatakan gaul jika ia bisa mengikuti terus perkembangan zaman paling modern. Dari bacaan modern yang membahas perselingkuhan artis, sampai film modern yang mengumbar nafsu dan kekerasan. Dari mulai celana gombrong di bawah mata kaki sampai celana ketat yang kesannya kayak telanjang. Dari baju kebesaran yang berumbai di mana-mana sampai kaos kekecilan model adik bayi. Semuanya diikuti. Namanya juga mengikuti tren modern!
Ada lagi yang memaknai gaul sebagai kebiasaan belanja di mall, nongkrong di kafe, jago sms-an, jago pencet HP, dan sebagainya.
Tapi apa hanya sebatas itu definisi gaul?
Dalam Islam sendiri, gaul berarti punya prinsip. Kan  lucu sekali, kalau kita mengaku gaul tapi ke mana-mana hanya ikut-ikutan tanpa dasar. Nah, untuk itu kita harus mencari tahu prinsip tersebut. Caranya? Dekati dan akrabi Al Qur'an. Pramuka saja punya prinsip “Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan”, masa kita seorang muslim yang merupakan ummat terbaik malah tidak punya prinsip. Malu dong!!!
Lantas apa prinsip kita sebagai Muslim? “Hidup mulia atau mati syahid!”
Benar! Seratus  buat kamu yang menjawab benar seperti itu tadi!
Selain itu, pribadi muslim yang gaul tercermin dalam sepuluh sifat. Simak baik-baik sifat berikut! Setelah itu diamalkan. Baru  kita tepat disebut sebagai insan yang gaul. Nb : Bantu Klik Iklan Ya gan :)

1.    Salimul Aqidah (aqidah yang bersih)
Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu kita tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang Muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam" (QS. Al An'am:162).
Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka pada awal dakwahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan taukhid.
Nah, temen-temen semuanya, kalo kalian emang ngebet banget pingin disebut manusia gaul, bersihkan tuh aqidahmu. Jangan melulu membersihkan wajah berjerawat! Oke?


2.    Sahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: "Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat". Dari ungkapan ini kita bisa nyimpulin bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
Muslim yang gaul emang muslim yang punya prinsip. Tapi prinsip kita harus berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah, bukan asal prinsip. Apalagi prinsip berdasar hukum setan dan nafsu. Nggak banget deh!!!

3.    Matinul Khuluq (akhlaq yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Pingin kan ngerasain bahagia dunia-akhirat? Nah, karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur'an. "Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung" (QS. Al Qalam: 4).

4.    Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Qowiyyul jismi merupakan satu sisi yang harus ada pada setiap Muslim. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
Demikian pula Imam Hasan Al Banna berkata bahwa salah satu kewajiban mujahid adalah: ”Hendaklah engkau bersegera melakukan general chek-up secara berkala atau berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu.”
Gaul itu nggak mudah sakit-sakitan. Setuju??? Nb : Bantu Klik Iklan Ya gan :)

5.    Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting.Muslim itu nggak boleh lelet, apalagi telmi. Jangan deh!! Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fathonah (cerdas). Al Qur'an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir,  misalnya firman Allah yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: " pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir" (QS Al Baqarah: 219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Pasti akan terjadi yang namanya taqlid buta alias berbuat dan berkata tanpa dasar yang jelas. Dan itu jelas nggak dibolehkan dalam Islam.
Oleh karena itu, Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: "samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?"', sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS Az Zumar: 9)


6.    Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang juga harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseoran berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam.
Rasulullah SAW bersabda: "Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)" (HR. Hakim) 

7.      Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Munazhzhaman fi syuunihi juga termasuk kepribadian seorang muslim yang penting yang ditekankan oleh Al Qur'an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.
8.      Qodirun 'Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Qodirun 'alal kasbi juga merupakan ciri yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi.  Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur'an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan. 

9.      Nafi'un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Nafi'un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Qudhy dari Jabir).
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur'an dan sunnah. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing. Bahkan hal wajib buat generasi muda yang ngotot banget untuk jadi anak gaul.
Jadi jelas kan, bahwa gaul bukan hanya sekedar nongkrong di mall, belanja sana-sini, sms-an sampe jempol sekarat, bukan juga berpakaian ala Jahiliyyah yang memperlihatkan punggung, paha, bahkan hal lainnya yang seharusnya nggak boleh terlihat.   Wallahu a'lam. (dikutip dari berbagai sumber)