KA. MAN 1 PRINGSEWU : JANGAN TURUN SEMANGAT, TIDAK PERLU CEMAS

Pringsewu. Menghadapi detik detik pelaksanaan Ujian Nasional 2015 yang akan di laksanakan beberapa hari ke depan, segenap Siswa siswi kelas XII diharapkan fokus dan mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini disampaikan Kepala MAN 1 Pringsewu Samsurizal, M.Si pada Kesempatan upacara Pengibaran Bendera Merah putih, Senin 06/04/15.

Menurutnya walaupun UN 2015 kali bukan penentu utama kelulusan namun hasil UN merupakan salah satu elemen penting dalam proses kelulusan dan menjadi bagian penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya." Jangan Turun Semangat, tidak perlu cemas " harapnya.

Hasil UN 2015 yang akan di umumkan pada 15 Me1 2015 harus mendapatkan hasil maksimal " Upayakan nilai yang baik dengan cara yang baik pula dengan berdoa pada yang kuasa " tegasnya. Dengan mendapat nilai yang baik, Samsurizal berharap akan lebih banyak lagi siswa siswi yang di terima di Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta yang favorit. Kesemua ini menurut Samsurizal, akan menjadi contoh yang baik bagi adik adik kelas XI dan X. Mohon bantuan klik iklan untuk kesejahteraan admin :)

Pada upacara kali ini Kelas XII berinisiatif untuk memberi kesan yang baik kepada seluruh civitas akademika MAN 1 Pringsewu dengan menjadi petugas pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Senin 06/04/15. Samsurizal mengapresiasi inisiatif ini karena ini merupakan inovasi bagus untuk menjadikan pengalaman dan bagian sejarah bagi kehidupan mereka.

Dengan wajah penuh keceriaan, di akhir upacara diadakan pelepasan balon oleh Kepala Madrasah diikuti oleh seluruh siswa siswi kelas XII. Sebelum pelepasan balon, Kepala Madrasah dan seluruh siswa menuliskan harapan mereka pada kertas dan diterbangkan bersama balon tersebut. Adapun harapan Kepala MAN 1 Pringsewu yang diterbangkan bersama balon tersebut adalah " Insya Allah Peserta Didik Kelas XII MAN 1 Pringsewu Lulus UN 100% dan diterima di PTN " tulisnya.

Kontributor : Muhammad Faizin, S.Pd

PIK GESPER MAN 1 PRINGSEWU GELAR ROAD SHOW TRIAD KRR

Pringsewu. Dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman yang benar terhadap bahaya HIV AIDS, NAPZA dan Freesex kepada para pelajar di MAN 1 Pringsewu, Pusat Informasi Konseling GESPER MAN 1 Pringsewu menggelar roadshow ke setiap kelas. Road Show yang dijadwalkan selama 5 hari dimulai sejak 1 April 2015 ini dilaksanakan oleh para pengurus PIK yang sudah terlatih dan menjadi PSKS ( Pendidik Sebaya Konselor Sebaya ).
Menurut Pembina PIK MAN 1 Pringsewu Siti Aminah, S.Pd maraknya kasus seksualitas, yang dapat berakibat pada terjangkitnya penyakit HIV/AIDS dan Napza dikalangan remaja semakin membahayakan para generasi muda saat ini. Untuk itu, dibutuhkan perhatian yang serius dan berkesinambungan untuk melakukan pencegahan guna menghindari hal-hal tersebut. Tindakan pencegahan dapat dimulai dengan penyampaian pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang hal-hal tersebut. Bantuan Klik Iklan Sangat Menbantu kami
 
Aminah menambahkan bahwa PIK sebagai wadah bagi para siswa untuk mendapatkan berbagai informasi serta tempat mendapatkan bimbingan konseling merasa bertanggung jawab untuk memberikan pengtahuan agar para remaja tidak salah langkah dan melarikan diri ke hal-hal yang dapat merusak masa depan. " Pahami dan hindari resiko HIV, NAPZA dan Freesex. Jangan coba coba melakukan hal tersebut " tegasnya
Hal ini diamini oleh Kafi Mubarok, ketua PIK Gesper MAN 1 Pringsewu yang mengharapkan agar para siswa dapat mawas diri sehingga tidak melakukan hubungan seksualitas pranikah dan mampu menjaga diri agar tidak tertular HIV/AIDS dari perilaku menyimpang tersebut. Kafi menambahkan agar siswa juga dapat memahami cara penularan penyakit tersebut serta tidak mencoba apalagi menggunakan Napza.
Kontributor : Muhammad Faizin, S.Pd

KURIKULUM 2013 AKAN DIGANTI KURIKULUM NASIONAL

surabayanews.co.id – Kacaunya pelaksanaan kurikulum 2013, kementerian kebudayaan pendidikan dasar dan menengah berencana akan menghapus kurikulum 2013 dan mengganti dengan kurikulum nasional pada tahun 2018 mendatang.
Setahun lebih pelaksanaan kurikulum 2013 masih diwarnai permasalahan demi permasalahan seperti kacaunya distribusi buku kurikulum, belum pahamnya guru menerapkan kurikulum 2013 bahkan akhir-akhir ini ditemukan buku berisi ajaran radikal di buku agara kurikulum 2013.
Saat ditemui di Surabaya, Unifah Rosyidi direktorat jenderal ketenagaan pendidikan kementerian pendidikan mengakui pada tahun 2018 mendatang kurikulum 2013 akan diganti menjadi kurikulum nasional, setelah seluruh sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013. Tetapi saat ini pihaknya masih belum melakukan sosialisasi karena masih fokus pada perbaikan kurikulum 2013.
Dirinya menilai materi di kurikulum 2013 sangat baik tetapi masih banyak kekurangan dikarenakan mepetnya persiapan pelaksanaan kurikulum 2013. Pergantian kurikulum 2013 menjadi kurikulum nasional sebagai perbaikan atau penyempurnaan kurikulum 2013 karena selama ini kurikulum 2013 masih banyak kekurangan.
“Kami berpikir bahwa kurikulum ini bagus tapi juga tidak lepas dari kekurangan. Nah kekurangannya ini sedang diperbaiki,” ujar dirjen tenaga pendidikan, Dr Unifah Rosyidi.
Seperti diketahui pada tahun ini sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 sebesar 16.791 sekolah dengan rincina 7961 sekolah merupakan sekolah pilot projek. Sisanya sekolah menerapkan kurikulum 2013 secara mandiri. (cil/rid)

Bupati Pringsewu H.Sujadi dikukuhkan sebagai Orang Tua Asuh Kodim 0424/TGM.

PRINGSEWU, Pengukuhan dilakukan oleh Danrem 043 Garuda Hitam (Gatam) Kolonel Arm. Winarto dalam suatu upacara militer di lapangan Makodim 0424 di Kotaagung, Senin (9/2). Selain Bupati Pringsewu, pengukuhan serupa juga disematkan kepada Bupati Tanggamus H.Bambang Kurniawan. Seusai pengukuhan, Danrem 043/Gatam juga meresmikan pendopo Kodim 0424.

Danrem 043/Gatam Kolonel Arm. Winarto dalam amanatnya mengatakan program orang tua asuh bagi institusi militer seperti Kodim 0424/TGM merupakan peristiwa yang sangat penting dan momen yang sangat berharga khususnya bagi jajaran Kodim 0424 sebagai satuan kewilayahan di Kabupaten Pringsewu dan juga Tanggamus, dimana masing-masing wilayah mempunyai karakteristik yang berbeda apabila ditinjau dari perspektif militer, baik dari segi geografis, demografis, maupun kondisi sosial masyarakatnya dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Selain itu, juga merupakan salah satu upaya guna mendekatkan TNI dengan seluruh elemen, baik itu antara TNI dengan Polri maupun pemerintah daerah. Dengan pengukuhan tersebut, diharapkan sinergitas antara lembaga TNI dengan pemerintah daerah dapat terjalin lebih erat dan kuat. Oleh karena itu, Danrem menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada Bupati Kabupaten Pringsewu maupun Tanggamus atas perhatiannya yang begitu besar terhadap kelancaran tugas-tugas Kodim 0424 yang memiliki tugas-tugas pokok dan tugas-tugas tambahan yang begitu berat dan kompleks.

Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam sambutannya mengatakan selama ini hubungan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu dengan jajaran Kodim 0424 sudah berjalan sangat baik dan harmonis. Dengan dikukuhkannya ia sebagai orang tua asuh bagi jajaran Kodim 0424, ia berharap sinergitas dan hubungan baik yang telah lama terjalin akan menjadi lebih erat lagi. Bupati Pringsewu juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan dari Kodim 0424, sehingga kegiatan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pringsewu dapat berjalan dengan baik dan lancar, dengan didukung kondisi wilayah yang kondusif. (*/Humas Pemkab Pringsewu/Isnanto Hapsara, A.Md )

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN

Mutu pendidikan dapat dicapai apabila setiap insane pendidik mau dan mampu untuk mengintegralkan bahwa kebermaknaan dalam pembelajaran dapat menyentuh sikap mental anak didik sehingga motivasi yang timbul adalah kesadaran untuk belajar lebih semangat. Kesadaran yang timbul dari dalam dapat memberi gambaran bahwa kepedulian untuk membangun anak bangsa merupakan suatu nilai moral yang sangat tinggi dan strategis. Sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan anak bangsa. sehingga akan terlihat sikap kepedulian

Pembelajaran matematika masih berorientasi pada teacher oriented (berpusat pada guru) dan dilaksanakan secara klasikal. Pada umumnya metode atau pendekatan klasik pembelajaran yaitu ceramah dan Tanya jawab secara klasikal seehingga hasil yang diharapkan belum optimal.  Indikatonya ialah semagat keterlibatan siswa dalam pembelajaran yan masih sangat minimal, kerjasama antara siswa terlihat sangat kurang, siswa masih menguasai konsep yang dipelajari, jawaba yang dituliskan cenderung besifat tekstual, kurang menuliskan dengan pemahaman sendiri. Dari analisis fakta yang ditemukan dalam pembelarajaran matematika, maka diemukan permasalahan yan menjadi masalah dalam penelitian ini yaitu proses dan hasil pembelarajan matematika belum mencapai kriterian ketuntasan minimal.

Kondisi pembelarajaran seperti ini tidak kondusif terhadap pemahaman siswa terhadap materi pembelaran matematika, sehingga segera memerlukan pemecahan. Alternative pemecahannya  antara lain dengan melaksanakan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan siswa dan kerja yan bersifat koloboratif atau kooperatif. Meka melalui kegiata ini siswa akan lebih  banyak dan lebih mendasar  dalam memahami materi pelajaran, serta mendorong untuk saling bekerja sama satu dengan yang lainnya (terlibat secara aktif dalam proses pembelarajan) alternative yang akan diterapkan dalam penlitian ini adalah pembelajaran kooperatif (cooperative learning) tipe penyelidikan kelompk (group  investigation)

Dari banyak laporan hasil penelitian, pembelaraan kooperatif terbukti dapat meningkatkan hasil belajar  baik akademis maupun non akademis (kerjasama) . tipe penyelidiakan kelompok (GI) baik mengenbangkan kemampuan berfikir dan kemandirian pebelajar. Pemilihan alternative belajar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembelajaran kooperatif tipe GI lebih menekankan pada kesenangan belajar kelompk dan menyeleasaikan maslah dengan lebih terarah, melalui penyelidikan.  Terarah karena pada pelaksanaan pembelajaran ini siswa leih domain eklasanakan aktvitas belajar, siswa melakukan peencanaan penyelidikan, melaksanakannya, kemudian mengkonfirmasikan hasilnya. Pembelajara ini melatih siswa bekerja sama dengan anggota kelompok, melatih solidaritas, dan tangung  jawab. Pembelajaran ini juga memberikan pengalaman langsung diuar kelas dan dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sehingga siswa dapat mensikapi fenomena yang ada dilingkungannya. Pembelaran ini juga meingkatkan motivasi, minat, dan aktivitas siswa dalam belajar (mardiyana, 2004:rahmanah, 2003).

Melalui pembelajaa kooperatif tipe penyelidiakan kelompok, siswa dibelajarkan mampu merancang sendiri yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Pengethuan yang diperoleh secara langsung melalui kegiatan ini tidak akan mudah hilang dari ingatan siswa, lain halnya jika diperoleh dengan hafalan saja. Melalui kegiatan penyelidikan kelompok siswa juga dilatih menembangkan kreativitasnya untuk peduli terhadap lingkungannya.

Berdasarkan pernyatan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 1) apakah bentuk kooperatif tipe penyelidikan kelomok dapat meningkaptakan proses belajar (aktivitas kerjasama) diantara siswa?, 2) apakah pembelajaran kooperatif tipe penyelidikan kelompok dapat meningatkan hasil belajar siswa.

OLEH : Drs. FAUZAN, M.M.Pd
Staf Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu
Dosen Tetap STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung Jurusan MIPA

WORKSHOP PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

KA. KEMENAG PRINGSEWU : PERBAIKI BUDI PEKERTI PESERTA DIDIK

Pringsewu. Demikianlah salah satu pesan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu Drs. H. Murdi Amin kepada para guru yang menjadi peserta Workshop Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 yang di laksanakan di Aula MAN 1 Pringsewu, Rabu, 01/04/15.

Dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi, Murdi Amin juga menyampaikan pesan kepada seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan memahami lebih mendalam tentang kurikulum 2013. Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kualitas tersebut.

Selain kualitas pemahaman terhadap kurikulum 2013, Murdi Amin juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk meningkatkan disiplin diri " Disiplin guru mempengaruhi kualitas peserta didik dan adalah sebuah kebahagiaan bila kita dapat mewujudkannya " tegasnya.

Murdi Amin juga mengharapkan bahwa dalam rangka mewujudkan implementasi kurikulm 2013 dengan baik segala sarana dan prasarana pendukung harus segera direalisasikan, jangan sampai target kurikulum tersebut tidak tercapai dikarenakan keberadaan sarana yang tidak mencukupi.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini diikuti oleh 72 orang tenaga pendidik yang terdiri dari 33 guru MAN 1 Pringsewu dan 39 guru utusan seluruh Madrasah Aliyah Swasta se Kabupaten Pringsewu. Samsurizal S.Pd, M.Si Ketua Pelaksana yang juga Kepala MAN 1 Pringsewu mengatakan bahwa dalam kegiatan ini para peserta akan mendapatkan 3 bentuk materi yang berbentuk In House Training, On Job Training dan Peer Teaching.

Target dari kegiatan ini nantinya akan menghasilkan dokumen berupa Dokumen Kurikulum dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) kurikulum 2013 yang rencananya akan diaplikasikan secara utuh pada 2018. Samsurizal mengharapkan para peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dalam rangka peningkatan kualitas guru yang akhirnya nanti kualitas peserta didik meningkat.
Kontributor : Muhammad Faizin, S.Pd

SD NEGERI 2 PRINGSEWU SELATAN

Pringsewu . Seiring dengan berjalannya waktu  yang kita jalani pastinya kita mengingi kan perkembangan yang lebih baik untuk kedepannya,  tentunya kita sering mendengar kata-kata “hari ini harus lebih baik dari kemarin dan  hari esok harus lebih baik dari hari ini” itu lah selalu menjadi moti fasi setiap manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,  sebut saja SD Negeri 2 Pringsewu Selatan yang mempunyai tujuan  untuk meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan kepribadian akhlak mulia serta berketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut, itu semua tentunya tidak semudah dengan apa yang di katakan, harus dengan adanya perencanaan yang matang dan Usaha keras, serta kerja sama, agar dapat tercapai  tujuan yang sesuai dengan apa yang  di harapkan.

SD Negeri  2 Pringsewu selatan yang di bangun dengan luas tanah 1052,40 dan yang  terletak di Jalan Palapa Pringsewu Selatan, letakknya tidak jauh dari pusat keramaian, sangat strategis dan mudah di jangkau,  lingkungannya yang begitu bersih, rapih dan sedap di pandang, begitu pun dengan taman-taman hiasnya yang tidak kalah menarik perhatian bagi siapapun yang melihatnya tampak begitu indah dan cantik.SD Negeri  2 Pringsewu selatan berdiri pada tahun 1977. Berdirinya SD Negeri 2 Pringsewu Selatan ini dilatar belakangi atas kebutuhan masyarakat  Dusun Pringkumpul dan sekitarnya pada saat itu sangat mendambakan lembaga pendidikan yang mampu menampung masyarakat agar dapat mengenyam pendidikan sekolah dasar tidak jauh dari tempat tinggalnya. Beranjak dari hal tersebut maka masyarakat Pringkumpul pada tahun 1977. Merintis sebuah lembanga pendidikan. Adapun system kegiatan dalam proses belajar mengajar mengacu pada Kurikulum Departemen  Pendidikan Dan Kebudayaan. Ahirnya pada tahun 1978 secara resmi sekolah tersebut dinyatakan berstatus Negeri dengan nama SD Negeri 2 Pringsewu Selatan sampai sekarang. SD N 2 Pringsewu selatan saat ini sudah memiliki beberapa fasilitas pendukung untuk mendukung proses belajar mengajar  diantaranya yaitu, Ruang Belajar 6 Lokal ukuran 7m x 8,  Ruang Kepala Sekolah ukuran 7m x 7 m, Ruang Guru ukuran 7m x 8m, Ruang Tata Usaha Ukuran 3 m x3 m, Ruang Perpustakaan 4 m x7 m.
 
Setelah hampir 36 tahun SD Negeri 2 Pringsewu selatan ikut serta dalam mecerdaskan anak bangsa, dari awal berdirinya hingga saat ini SD Negeri 2 Pringsewu selatan tentu telah banyak menuai catatan Baik suka mau pun duka. Dalam perjalananya yang panjang ini SD Negeri 2 Pirngsewu selatan Sudah beberapa berganti kepala sekolah diantaranya yaitu: 1. Ibu Siti Rusmini 2. Bapak Kaidi HS  3. Bapak Sumardi Mc  4. Ibu ismirah  5. Ibu Mujiatun,S.Pd  6. Ibu Dra H Sri Utami indrawati  6. Bapak Edy Iriyanto, S.Pd.

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang baik dan tertib selain sarana dan pra sarana yang ada,  SD Negeri 2 Pringsewu selatan juga selalu menjaga hubungan baik dengan wali murid,  masyarakat sekitar dan hubungan antar sekolah, untuk menuju sekolah yang lebih baik lagi,terbukti dengan pencapaian prestasi yang di dapat  SD Negeri  2 pringsewu selatan, yaitu di antaranaya, Bola Voli, Tenis Meja, Lompat Jauh, Tolak Peluru Putri, Lari 80 M, Bulu Tangkis, Bola Voli, Sepak Bola, Bazar Siaga, Yel Yel Pramuka, LCTP,tingkat kecamatan.dengan di awaki 16 orang tenaga pendidik (guru) dan 3 orang tenaga bantu (honor) dengan jumlah murid 328 siswa/siswi.

SD Negeri 2 Pringsewu Selatan yang saat ini di pimpin bapak Edy Iriyanto, S.Pd yang lahir pada tanggal 11 desember tahun 1961,yang selalu mengutamakan kedisiplinan baik itu di sekolah maupun di rumah beliau merupakan sosok pemimpin yang selalu melakukan  perubahan untuk menjadi lebih baik pada setiap instansi yang dia pimpin, bapak Edy Iriyanto S.Pd, Suami dari ibu Tusini, S.Pd, yang juga tenaga pendidik (guru) di SMP Negeri  4 Pringsewu, Ayah dari empat orang anak

ini, yaitu (Martika Ami irianita, S.Pd, Martifa Wenti Irianita, S.Pd,  Refvita Irdiani, S.Pd,  dan Estining Wahyu Kinasih). Bapak Edi Iriyanto S.Pd ,dan selau mengutamakan pendidikan  pada keluarganya, terbukti dengan ketiga anaknya yang sudah lulus sarjana,dan menjadi tenaga pendidik.

Bapak Edy Iriyanto S.Pd Pertama kali di angkat menjadi PNS pada tahun 1982, di SD 1 Belambangan Umpu,way kanan pada tahun1985 kemudian dipindahkan di SD Negeri 12 Pringsewu yang saat ini menjadi SD N 3 Pringsewu Timur, dan di angkat menjadi kepala sekolah pada tahun 2010 bulan April tepatnya di SD N 3 Pringsewu Timur,di pindah di SD Negeri Bumi Arum, dan bulan juli 2012 sampai sekarang di tugas kan di SD Negeri 2 Pringsewu Selatan.riwayat  pendidikan Bapak Edy Iriyanto S.Pd, menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Pringsewu, kemudian melanjutkan  di SMP Negeri 2 Pringsewu,  kemudian melanjutkan ke  SGO Negeri Tanjung Karang, Dan program S1  Di STO Darma  Wacana Metro,

Sekolah Dasar Negeri 2 Pringsewu Selatan  sendiri mempunyai  Visi Terwujudnya siswa siswi yang berkualitas dan terampil dalam memenuhi hasrat pendidikan. Sedangkan untuk Misinya yaitu Menanamkan keyakinan atau kaidah melalui pengamalan ajaran agama yang dianut,  Meningkatkan proses pembelajaran yang kreatif dan efektif, Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan, Mengembangkan pengetahuan dibidang akademik sesuai dengan bakat, minat, dan potensi siswa,  Mengoptimalkan penggunaan sarana pendidikan yang tersedia, Melengkapi sarana pendidikan.